"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Senin, 22 Juli 2013

Cerita Keisha part Fooor


Oke. Sekarang aku akan melanjutkan cerita Keisha yang sudah lama terbengkalai. Ini tidak hanya melibatkan Keisha seorang, tapi juga adiknya, Daffa. Jadi, pada waktu itu, seperti biasa kami bersantai di ruang keluarga—sekaligus ruang tamu—sambil nonton TV. Kebanyakan acara TV di hari Minggu siang menyuguhkan acara yang tidak menarik (menurutku) untuk anak-anak. Tapi, tidak pada saat itu, di mana kami sama-sama nonton acara balapan motor di Trans7 (MotoGP). Entah kenapa dua kurcaci yang biasanya merecoki saat nonton TV, pada waktu itu duduk diam ikut nonton. 
Tapi ternyata, diamnya seorang anak kecil itu tidak bisa bertahan lama. Entah bosan, atau ingat dengan mainannya yang lain, tiba-tiba Keisha pergi lalu kembali dengan membawa handphone-handphone­-an dan motor-motoran. Dia memberikan motor kecil itu kepada Daffa. Owh, aku tahu, mentang-mentang acaranya balapan motor, anak itu mengambil motor-motorannya. Lalu ditunjukkanlah kepadaku cara memainkan motor-motoran tersebut.
“Ini loh Mbak, ini sama kan kayak di TV?” Daffa menunjukkan cara kerja motor-motorannya.
Aku pun hanya mengiyakan. “Ya, ya, ya.”
Namun, mungkin Keisha tidak sependapat dengan adiknya. Dia membantah perkataan adiknya. Padahal dia kan cewek, lagaknya sok tahu gitu soal balap-membalap. “Bukan gitu Dek, gini loh….”
Nah, sepertinya pertarungan sengit akan segera berlangsung. Benar saja, Daffa memotong ucapan kakaknya. “Loh, gimana sih? Yang bener ya gini ini loh,” ucapnya sadis.
Masih saja Keisha kukuh dengan jawabannya. “Bukaaan, gini loh,” dia pikir caranya yang benar, padahal salah. 
Langsung saja Daffa meluapkan emosinya. “Hiiiihhh, Mbak Keisha gimana sih? Yang bener itu kayak gini! Dibilangin kok. Nggak pernah lihat berita sih!” hampir menangis Daffa mengucapkan kalimat ini. Entahlah, mungkin saking emosinya sampai-sampai dia pengin nangis. Atau mungkin memang dia capek memberi tahu kakaknya, tapi sang kakak masih saja ngeyel. Hmm. Satu hal yang aku salut, sampai segitunya si Daffa memahami dunia balap motor, sampai-sampai dia bela-belain nonton berita segala. Anak kecil lhooo, aku aja jarang nonton berita. :))

3 komentar:

  1. Kapan-kapan bikin cerita Daffa juga Mpok. :D

    BalasHapus
  2. eheheheh, baiklah. banyak cerita, coba tak ingat2 e :D

    BalasHapus
  3. Waahahaha.. Si krucil-krucil itu memang selalu bikin bahagia ^^

    BalasHapus