"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Senin, 02 Desember 2013

Sedikit tentang "Cinta" (?)

Emm, kali ini aku akan mencoba menulis tentang “cinta” (?). Tulisan ini terinspirasi dari seorang bapak-bapak penjual tahu (aku lupa jenisnya apa). Ya, beberapa hari yang lalu, kurang lebih pukul lima sore, seperti biasa saat menunggu lampu hijau menyala, aku suka memerhatikan pemandangan di sekitar perempatan bangjo. Ada penari jalanan yang sedang menunjukkan aksinya, ada seorang peminta-minta, dan seorang bapak yang sedang menyeberang melewatiku, menuju ke pangkalan ojek di dekat pos polisi. Awalnya kukira dia seorang pejalan kaki biasa, tapi ternyata bukan. Dia menuju sebuah motor yang di atasnya nangkring wadah yang bertuliskan “Tahu YYY” (sengaja kutulis YYY karena ya itu tadi, aku lupa jenis tahunya apa, hehe). Nah, sang bapak membuka wadah itu, lalu mengeluarkan sebuah kotak yang ternyata isinya adalah bekal makannya. Bapak itu pun segera menikmatinya dengan terlebih dahulu tersenyum pada dua tukang ojek yang berada tak jauh darinya. Entah apa yang diucapkan dua tukang ojek itu. Tapi, pandangan mereka sepertinya... ah, mungkin hanya perasaanku saja.
Apa pun yang dikatakan oleh dua tukang ojek itu, aku tetap salut pada bapak penjual tahu. Di sudut perempatan jalan di pinggir bangjo, dilihat oleh banyak orang, dia tak malu menikmati bekalnya. Aku jadi kepikiran, andai bapak itu sudah beristri, pasti istrinya membuatkan bekal itu dengan penuh cinta. Kelihatannya si bapak juga sangat menghargai bekal buatan sang istri kok. Buktinya, bekal itu tetap dinikmati, walaupun di sore hari. Atau, si bapak takut kalau tidak memakan bekalnya maka sang istri akan marah? Entahlah. Tapi, kalau sampai begitu, menurutku rasa takut itu juga adalah bukti cintanya kepada sang istri.
Yap, itu membuatku kembali berpikir, sesederhanakah itu cinta? Dalam kondisi bagaimanapun, menikmati apa pun pemberian “sang terkasih”. Dengan ikhlas tentu saja. Tapi, selama ini bagiku cinta itu rumit. Aku pun belum bisa membagi porsi cintaku dengan benar. Bukankah di alam ini cinta kita kepada Tuhan haruslah yang utama? Tapi nyatanya aku masih menempatkan-Nya di urutan yang kesekian. Duh, Gusti....  

3 komentar:

  1. Mpok, kok namanya tahu XXX? Kalau video XXX itu kan video yang... yah, begitulah. Lha ini tahu XXX? :|

    BalasHapus
  2. owh, iya ya. gak kepikiran aku. kalo begitu ganti dengan tahu yyy aja mpok. :D

    BalasHapus
  3. huwaaaa.....ini sih romantiiiiis bangeeeeet....makan bekal yg dibuatin sm pasangan, klo dikasih bumbu cinta, nasi garam pun terasa nikmat....hhihihiihii...tp bumbu cinta sejati itu sangat langka di pasaran ...fiuh...

    BalasHapus