Emm, kali ini aku akan mencoba menulis tentang “cinta” (?). Tulisan ini
terinspirasi dari seorang bapak-bapak penjual tahu (aku lupa jenisnya apa). Ya,
beberapa hari yang lalu, kurang lebih pukul lima sore, seperti biasa saat
menunggu lampu hijau menyala, aku suka memerhatikan pemandangan di sekitar
perempatan bangjo. Ada penari jalanan yang sedang menunjukkan aksinya, ada
seorang peminta-minta, dan seorang bapak yang sedang menyeberang melewatiku,
menuju ke pangkalan ojek di dekat pos polisi. Awalnya kukira dia seorang
pejalan kaki biasa, tapi ternyata bukan. Dia menuju sebuah motor yang di
atasnya nangkring wadah yang bertuliskan “Tahu YYY” (sengaja kutulis YYY karena
ya itu tadi, aku lupa jenis tahunya apa, hehe). Nah, sang bapak membuka wadah
itu, lalu mengeluarkan sebuah kotak yang ternyata isinya adalah bekal makannya.
Bapak itu pun segera menikmatinya dengan terlebih dahulu tersenyum pada dua
tukang ojek yang berada tak jauh darinya. Entah apa yang diucapkan dua tukang ojek itu.
Tapi, pandangan mereka sepertinya... ah, mungkin hanya perasaanku saja.
Apa pun yang dikatakan oleh dua tukang ojek itu, aku tetap salut pada bapak
penjual tahu. Di sudut perempatan jalan di pinggir bangjo, dilihat oleh banyak
orang, dia tak malu menikmati bekalnya. Aku jadi kepikiran, andai bapak itu
sudah beristri, pasti istrinya membuatkan bekal itu dengan penuh cinta. Kelihatannya
si bapak juga sangat menghargai bekal buatan sang istri kok. Buktinya, bekal
itu tetap dinikmati, walaupun di sore hari. Atau, si bapak takut kalau tidak
memakan bekalnya maka sang istri akan marah? Entahlah. Tapi, kalau sampai
begitu, menurutku rasa takut itu juga adalah bukti cintanya kepada sang istri.
Yap, itu membuatku kembali berpikir, sesederhanakah itu cinta? Dalam kondisi
bagaimanapun, menikmati apa pun pemberian “sang terkasih”. Dengan ikhlas tentu
saja. Tapi, selama ini bagiku cinta itu rumit. Aku pun belum bisa membagi porsi
cintaku dengan benar. Bukankah di alam ini cinta kita kepada Tuhan haruslah
yang utama? Tapi nyatanya aku masih menempatkan-Nya di urutan yang kesekian.
Duh, Gusti....
Mpok, kok namanya tahu XXX? Kalau video XXX itu kan video yang... yah, begitulah. Lha ini tahu XXX? :|
BalasHapusowh, iya ya. gak kepikiran aku. kalo begitu ganti dengan tahu yyy aja mpok. :D
BalasHapushuwaaaa.....ini sih romantiiiiis bangeeeeet....makan bekal yg dibuatin sm pasangan, klo dikasih bumbu cinta, nasi garam pun terasa nikmat....hhihihiihii...tp bumbu cinta sejati itu sangat langka di pasaran ...fiuh...
BalasHapus