"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cerita Daffa part Wan



Kalau yang kemarin-kemarin aku lebih banyak cerita soal Keisha dan Ipi, sekarang aku mau nulis celotehannya si paling kecil, Daffa. Sebenernya ada beberapa cerita lucu dari ulah dia. Cuma aku lupa sih, ceritanya apa aja. Yang masih segar ada di otakku cuma kejadian tadi pagi, yang secara heboh mengguncang kamarku.
Jadi gini. Pas aku bangun tadi, lagi berusaha ngumpulin nyawa yang sebagian masih ada di dunia mimpi, seperti biasa si Keisha asal nyelonong masuk ke kamarku. Begitu dia buka pintu, dia langsung bilang, ”Udah jam tujuh lima belas Mbak.” *Nah lho, elu nyoba bangunin gue? Atau siapa yang nyuruh elu bangunin gue? :D Langsung dia duduk di kasur, terus malah rebahan. Ealah.
Gak begitu lama, muncullah si Daffa dengan gitarnya. *Buseeeet, mau nyaingin Bang Haji lu jadi Kesatria Bergitar? Atau mau ikut-ikut si Tegar dengan kencrengan gitarnya? :D Ajaibnya, dia lebih mirip, emm, ya mirip Daffa. Haha.
Mulailah dia berceloteh. “Ayo, aku yang main gitar, Mbak Keisha piano, Mbak Nanik nyanyi.Keisha rada nolak gitu, dia mau dia yang nyanyi, terus aku yang main piano *piano dari Hongkong? :D
Terus aku tanya ke Daffa, Emang mau nyanyi lagu apa Dek?”
Yang menjawab malah si Keisha, “Aku Anak Soleh aja.”
Si Daffa juga ikut-ikutan, Iya, itu aja. Yuk.”
Mulailah mereka berdendang, padahal aku gak tau lagunya gimana. Alhasil aku pun cuma mengiringi dengan suara, “Jreng, jreng, jreng, jreng.”
Selesailah lagu pertama, daaaaaan, ealah si Daffa minta uang receh. Jadi ceritanya ngamen nih? Haha. Lanjut ke lagu kedua.
“Ganti aja lagunya,” Keisha usul.
“Iya, ganti aja,” Daffa setuju *tumben klop, biasanya kalian suka tolak-menolak gitu kan?
Apa boleh buat, aku kalah suara, 2 : 1. Oke, lanjutkan Dek. Sekarang mau nyanyi apa?” aku bertanya.
Entahlah, mungkin si Daffa gak tau judul lagunya apa, atau dia lupa, tanpa pikir panjang dia langsung menjawab, “Gunung Meletus.”
Whoooot? Langsung nyawaku berkumpul jadi satu. Ha? Emang ada lagu itu?”
Ada Mbak,” balas Daffa.
Gimana lagunya?” Aku penasaran dong.
Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali, bla bla bla....”
Hakdes. Langsung aku ngakak denger lagu itu. Wkwkkwkwk. Olawah, jadi menurutnya lagu itu berjudul Gunung Meletus? Hahahaha.
Yah, begitulah anak kecil, selalu punya pemikiran sendiri, dengan otak mereka yang menurutku cukup masuk akal. Bisa jadi kan, karena lagu itu banyak menyebut kata gunung, jadilah si anak mengaitkannya dengan kejadian gunung meletus. Apalagi, kalau si anak itu sendiri pernah merasakan dampak dari gunung meletus.
*Nyambung gak tulisanku ini? Maaf ya kalau gak nyambung. Harap dimaklumi gitu. :D
Salam.


Ooppps, dia lagi gak ngapa-ngapain loh. Gak ngeliatin jalan atau rumah atau apa. Gak melamun juga.
Coba tebak lagi ngapain? Yap, lagi tidur sodara-sodara. :D

2 komentar:

  1. Bwahahaha Ngekek aku! :))

    Yah, lucu anak-anak yang belum terkontaminasi (?). Btw, poto terakhir itu galau amat. :D

    BalasHapus
  2. mungkin dia galau terus ujung2 e tidur. zzzzzzz. =))

    BalasHapus