Kalau yang
kemarin-kemarin aku lebih banyak cerita soal Keisha dan Ipi, sekarang aku mau
nulis celotehannya si paling kecil, Daffa. Sebenernya ada beberapa cerita lucu
dari ulah dia. Cuma aku lupa sih, ceritanya apa aja. Yang masih segar ada di
otakku cuma kejadian tadi pagi, yang secara heboh mengguncang kamarku.
Jadi gini. Pas aku bangun
tadi, lagi berusaha ngumpulin nyawa yang sebagian masih ada di dunia mimpi,
seperti biasa si Keisha asal nyelonong masuk ke kamarku. Begitu dia buka pintu,
dia langsung bilang, ”Udah jam tujuh lima belas Mbak.” *Nah lho, elu nyoba
bangunin gue? Atau siapa yang nyuruh elu bangunin gue? :D Langsung dia duduk di
kasur, terus malah rebahan. Ealah.
Gak begitu lama, muncullah
si Daffa dengan gitarnya. *Buseeeet, mau nyaingin Bang Haji lu jadi Kesatria
Bergitar? Atau mau ikut-ikut si Tegar dengan kencrengan gitarnya? :D Ajaibnya,
dia lebih
mirip, emm, ya mirip Daffa. Haha.
Mulailah dia berceloteh. “Ayo, aku yang main gitar, Mbak Keisha piano, Mbak Nanik nyanyi.” Keisha
rada nolak gitu, dia mau dia yang nyanyi, terus aku yang main piano *piano dari
Hongkong? :D
Terus aku tanya ke
Daffa, “Emang mau nyanyi lagu apa Dek?”
Yang menjawab malah si Keisha, “Aku Anak Soleh aja.”
Si Daffa juga ikut-ikutan,
“Iya, itu aja. Yuk.”
Mulailah mereka
berdendang, padahal aku gak tau lagunya gimana. Alhasil aku pun cuma mengiringi
dengan suara, “Jreng, jreng, jreng, jreng.”
Selesailah lagu
pertama, daaaaaan, ealah si Daffa minta uang receh. Jadi ceritanya ngamen nih? Haha.
Lanjut ke lagu kedua.
“Ganti aja lagunya,” Keisha
usul.
“Iya, ganti aja,”
Daffa setuju *tumben klop, biasanya kalian suka
tolak-menolak gitu kan?
Apa boleh buat, aku
kalah suara, 2 : 1. Oke, lanjutkan Dek. “Sekarang mau nyanyi apa?” aku bertanya.
Entahlah, mungkin si
Daffa gak tau judul lagunya apa, atau dia lupa, tanpa pikir panjang dia
langsung menjawab, “Gunung Meletus.”
Whoooot? Langsung nyawaku
berkumpul jadi satu. “Ha? Emang ada lagu itu?”
“Ada
Mbak,” balas Daffa.
“Gimana
lagunya?” Aku penasaran dong.
“Naik-naik
ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali, bla bla bla....”
Hakdes. Langsung aku
ngakak denger lagu itu. Wkwkkwkwk. Olawah, jadi menurutnya lagu itu berjudul
Gunung Meletus? Hahahaha.
Yah, begitulah anak
kecil, selalu punya pemikiran sendiri, dengan otak mereka yang menurutku cukup
masuk akal. Bisa jadi kan, karena lagu itu banyak menyebut kata gunung, jadilah
si anak mengaitkannya dengan kejadian gunung meletus. Apalagi, kalau si anak
itu sendiri pernah merasakan dampak dari gunung meletus.
*Nyambung
gak tulisanku ini? Maaf ya kalau gak nyambung. Harap dimaklumi gitu. :D
Salam.
Ooppps, dia lagi gak ngapa-ngapain loh. Gak ngeliatin jalan
atau rumah atau apa. Gak melamun juga.
Coba tebak lagi ngapain? Yap, lagi tidur
sodara-sodara. :D


Bwahahaha Ngekek aku! :))
BalasHapusYah, lucu anak-anak yang belum terkontaminasi (?). Btw, poto terakhir itu galau amat. :D
mungkin dia galau terus ujung2 e tidur. zzzzzzz. =))
BalasHapus