"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Senin, 02 September 2013

Si Jambu


gak suka ini

Buatku, buah yang paling menyebalkan itu adalah jambu biji merah. Kenapa aku bisa bilang begitu? Ya, tak lain tak bukan karena dulu aku terlalu lama dicekoki buah itu. Entah dalam wujud buah asli atau ekstraknya. Awalnya aku biasa-biasa saja sama buah itu. Bahkan waktu aku kecil dulu, aku sering lho memetik buah itu di ladang-ladang orang. Itu dulu. Dulu sekali. Sekarang, blas aku gak doyan. Mencium aromanya saja sudah enek. Terserah deh pada mau bilang lebay atau nggaya atau apa, yang jelas memang begitulah faktanya.


gak suka ini juga

ini juga gak suka

Sebab dulu aku pernah kena DB. Ya, itulah kenapa aku sering-sering dicekoki virus jambu biji merah. *Kok kayaknya aku jahat bener ya sama si jambu, sampai aku menjadikannya virus. Sorry lho, Mbu. Aku tahu kok kamu masih banyak disukai. Jadi, kalau cuma aku yang gak suka sama kamu, gak papa dong. :D*
Lanjut. Ngomong-ngomong soal DB, aku bener-bener gak kuat waktu itu. Demam disertai pusing, mual, dan pegal-pegal yang membahana, membuatku nekat minta diantar ke rumah sakit. Dan alhasil dokter bilang, “Cek darah dulu ya.” Dan kalimat itu sampai pada keputusan, “Opname ya.”
Aku cuma bisa mengangguk lemah. Saat itu yang ada di pikiranku cuma ingin sembuh secepatnya. Kalau bisa hari itu juga. Tapi ternyata harus opname, membaringkanku di kasur rumah sakit selama hampir dua minggu. Oh maiiii... apalagi aku harus total terbaring di kasur, ke kamar mandi pun gak boleh (semua dikerjakan di tempat tidur :( ). “Mbak gak boleh banyak gerak. Tiduran aja, biar trombositnya cepet naik. Makannya juga harus banyak (de-el-el),” begitulah kata Bu Dokter.
Oke, apa pun akan aku lakukan biar si trombosit cepat naik. Tapi, ternyata susah juga. Sudah berusaha makan dan minum sebanyak-banyaknya, tetap saja yang masuk ke perut cuma sedikit. Ditambah rasa pengin muntah ketika mencium aroma si jambu. Sangat membosankan. Saking jengkelnya, waktu itu aku minta Ibu dan siapa saja menjauhkanku dari si jambu. Dan itu berlangsung hingga sekarang. Ya, efek yang berkepanjangan (bener gak istilahnya :D).
Itulah kawan, kenapa aku gak suka sama jambu biji merah. So sorry se-sorry-sorry-nya buat Jambu Biji Merah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar