Bisa dibilang aku
ini penyuka sandal jepit. Yeah, itu nyata, riil, manusiawi, dan aku-wi.
Soalnya, ke mana pun pergi, aku lebih sering memakai alas kaki jenis ini.
Menurutku, memakai sandal jepit itu lebih nyaman ketimbang memakai sepatu, high heel, atau wedges. Hmm, walaupun aku juga pernah kepincut sama itu semua sih,
hehe. Tapi, suer, aku lebih suka sandal jepit. Lha wong ke kantor saja aku pakai sandal jepit. Olala.
Jalan-jalan, ke
mal, atau ke mana pun pasti alas kakiku tak lepas dari unsur “jepit”. Hanya
saja kalau di acara resmi, semisal pernikahan atau berkunjung ke tempat-tempat formal,
aku akan mengenakan alas kaki yang sesuai prosedur. Sedikit resmi, gitulah.
Pas zaman sekolah
dulu, sudah pastilah ya pakai sepatu. Pas zaman kuliah aku juga lebih sering
memakai sepatu. Eh, itu cuma di awal-awal kuliah saja. Pertengahan kuliah
sampai akhir, sandal jepit jadi pilihan. Nggak papa kok, dibolehin kok. Cuma
kalau pas seminar dan ujian skripsi, “Harap lepas sandal ya!” alias wajib pakai
sepatu atau alas kaki yang sejenis sepatu (?).
Pernah aku nge-fan sama yang namanya sepatu sneakers, yang sampai sekarang pun
sebenarnya aku masih suka. Tapi, itu tadi, pasti jatuhnya tetep ke sandal
jepit, hahaha. Mau dibilang kampungan kek, ketinggalan zaman kek, nggak gaul
kek, masa bodo! Lagian zaman sekarang banyak juga kok orang-orang tajir yang jatuh
hati sama sandal jepit. Ya iyalah. Sandal jepit itu simpel. Semua orang suka
sama yang namanya simpel kan? Masa iya ada orang yang suka sama kerumitan dan
keribetan?
Ah, aku tahu.
Mungkin saja ini trik dari penjual sandal jepit agar produknya tidak dipandang
dengan sebelah mata. Jadi, sekarang ini kan banyak tuh sandal-sandal jepit yang
oke punya, bahasa bayinya “unyu-unyu”. Nah, si pencipta sandal jepit pasti juga
kepengin dong sandalnya yang dulu cuma bisa di-“konsumsi” masyarakat menengah
ke bawah, sekarang dikonsumsi juga sama orang-orang kalangan atas? Yes, karena itulah mereka mulai
bereksperimen untuk menciptakan sandal-sandal jepit yang bukan sembarangan
sandal jepit. Daaan, jadilah
seperti zaman sekarang ini. Uhuuui.
*gambar diambil secara Googling




Tidak ada komentar:
Posting Komentar