"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Senin, 16 September 2013

Mawar

Tempat ini masih sama seperti dulu. Dua tahun yang lalu, ketika kita pernah menghabiskan waktu bersamawalau dengan sedikit sapa. Kau dengan buku-buku "berat"-mu, dan aku dengan netbook kesayanganku. Entah siapa di antara kita yang pertama kali datang ke tempat ini, tapi sepertinya kita menemukan dunia kedua kita di sini.
***


"Hey, boleh aku duduk di sini?" tanyaku ragu.

"Oh, ya," jawabmu datar, lalu kembali ke Jean-Jacques Rousseau-mu.

Ah, buku itu. Bagiku, tak ada gunanya membaca buku semacam itu. Buku yang memusingkan kepala karena kalimat-kalimat rumitnya yang sulit untuk kucerna. Sudahlah, tak penting buku apa yang kau baca, yang penting terima kasih telah membolehkanku duduk di sini, batinku berucap senang. Aku pun mulai menulis di netbook-ku.

Dua jam, oh tidak, hampir tiga jam kita ada di meja yang sama, tapi tak sepatah kata pun keluar dari mulut kita. Sempat terlintas tanya di otakku, apa kau merasa betah ada di sini? Lalu, apa yang membuatmu betah?

Aku sendiri merasa nyaman ada di sini, di pojok ruangan ini. Selain bisa memandang sekumpulan mawar merah di luar sana, aku juga menemukan ketenangan di sini sehingga ide untuk tulisanku keluar begitu saja. Aku sangat bersyukur pada Tuhan karena menciptakan tempat seperti ini. Oh, aku juga harus berterima kasih pada pemilik tempat ini karena telah menata ruangan dengan bersih dan rapi. Tak lupa, karena Sang Pemilik juga menyukai bunga mawar, kombinasi yang begitu menyegarkan mata.

Ah, bunga mawar.

"Kau suka bunga mawar?" tanpa sadar aku bertanya padamu.

"He?" Hanya kata itu yang keluar dari bibirmu.

"Ah, maaf." Aku lupa kalau kau terlalu hanyut dalam bacaanmu. Aku pun kembali memandang ke luar.

"Ya, aku suka bunga mawar," katamu tiba-tiba, namun masih terpaku pada bukumu itu.

Aku menoleh ke arahmu, bingung. Lantas kau menutup buku, kemudian berkata, "Mawar itu cantik, dan kuat. Dengan atau tanpa duri, mawar itu selalu kuat." Kau bangkit dari dudukmu, lalu pergi meninggalkan garden cafe ini.

Aku berpikir sejenak, masih heran dengan ucapanmu. Tapi, ya, kau benar. Mawar itu cantik. Dan kuat. Aku tersenyum, memandang punggungmu yang semakin menjauh.

----------------
#ditulis ketika sangat ingin mendapat sekuntum mawar. 

3 komentar:

  1. Welah, misterius banget itu si kamu. (´⊙ω⊙`)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bagian akhir bisa disebut kode tersembunyi ya? wkwkwk

      Hapus
  2. hehe. kalian mau ngasih aku bunga mawar gak? :D

    BalasHapus