Tempat ini masih sama seperti
dulu. Dua tahun yang lalu, ketika kita pernah menghabiskan waktu bersama—walau dengan sedikit sapa. Kau dengan buku-buku "berat"-mu, dan
aku dengan netbook kesayanganku. Entah siapa di antara kita yang pertama
kali datang ke tempat ini, tapi sepertinya kita menemukan dunia kedua kita di
sini.
***
"Hey, boleh aku duduk di sini?" tanyaku
ragu.
"Oh, ya," jawabmu datar, lalu kembali ke
Jean-Jacques Rousseau-mu.
Ah, buku itu. Bagiku, tak ada gunanya membaca buku semacam
itu. Buku yang memusingkan kepala karena kalimat-kalimat rumitnya yang sulit
untuk kucerna. Sudahlah, tak penting buku apa yang kau baca, yang penting
terima kasih telah membolehkanku duduk di sini, batinku berucap senang. Aku
pun mulai menulis di netbook-ku.
Dua jam, oh tidak, hampir tiga jam kita ada di meja yang
sama, tapi tak sepatah kata pun keluar dari mulut kita. Sempat terlintas tanya
di otakku, apa kau merasa betah ada di sini? Lalu, apa yang membuatmu betah?
Aku sendiri merasa nyaman ada di sini, di pojok ruangan
ini. Selain bisa memandang sekumpulan mawar merah di luar sana, aku juga
menemukan ketenangan di sini sehingga ide untuk tulisanku keluar begitu saja.
Aku sangat bersyukur pada Tuhan karena menciptakan tempat seperti ini. Oh, aku
juga harus berterima kasih pada pemilik tempat ini karena telah menata ruangan
dengan bersih dan rapi. Tak lupa, karena Sang Pemilik juga menyukai bunga
mawar, kombinasi yang begitu menyegarkan mata.
Ah, bunga mawar.
"Kau suka bunga mawar?" tanpa sadar aku bertanya
padamu.
"He?" Hanya kata itu yang keluar dari bibirmu.
"Ah, maaf." Aku lupa kalau kau terlalu hanyut
dalam bacaanmu. Aku pun kembali memandang ke luar.
"Ya, aku suka bunga mawar," katamu tiba-tiba,
namun masih terpaku pada bukumu itu.
Aku menoleh ke arahmu, bingung. Lantas kau menutup buku,
kemudian berkata, "Mawar itu cantik, dan kuat. Dengan atau tanpa duri,
mawar itu selalu kuat." Kau bangkit dari dudukmu, lalu pergi meninggalkan garden
cafe ini.
Aku berpikir sejenak, masih heran dengan ucapanmu. Tapi,
ya, kau benar. Mawar itu cantik. Dan kuat. Aku tersenyum, memandang punggungmu
yang semakin menjauh.
----------------
#ditulis ketika sangat ingin mendapat sekuntum mawar.
Welah, misterius banget itu si kamu. (´⊙ω⊙`)
BalasHapusitu bagian akhir bisa disebut kode tersembunyi ya? wkwkwk
Hapushehe. kalian mau ngasih aku bunga mawar gak? :D
BalasHapus