"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Senin, 04 November 2013

Batik

Yap, sudah disepakati kalau kali ini anggota @penamerah akan membuat tulisan tentang kain. Kain apa? Yak, kain tradisional (kata @dtinta). Oke baiklah. Kalau gitu aku ngomongin kain batik aja ya. Here it is (sok Inggris, padahal nggak tahu benar atau salah itu kalimatnya).
Aku nggak begitu paham sih soal kain-mengkain. Yang aku tahu, kain batik itu ya kain seperti yang sering kujumpai di toko-toko batik. Entah itu batik cap, print, atau batik tulis, aku nggak bisa membedakan. Masalah jenis/motifnya, aku juga nggak tahu persis. Pernah sih waktu berkunjung ke salah satu toko batik, aku sempat melihat jenis-jenis kain batik di album foto di toko itu. Nama tokonya? Aku lupa, hehe. Tapi yang jelas aku sempat melihat motif kain-kain batik di album itu. Nah, dari album itu, aku tahu kalau toko itu pernah mendapat penghargaan dari MURI, karena memiliki lebih dari 1.000 jenis kain batik (kalau nggak salah ingat sih). Dari MURI, meeeeen! Bayangpun! 
Nah, berikut ini beberapa motif batik yang kucomot dari Wikipedia: 
  
    Batik tulis Buketan Pekalongan          Batik tulis Lasem
 
    Batik Kawung Picis                            Batik Pringgondani 
    Batik Sekar Jagad                             Batik Semen Rama 

    Batik Sida Mukti
Oke. Yang nggak kalah aduhainya nih, berkat motivasisasi dari teman-teman kerja, aku berhasil menggaet sepotong baju batik yang harganya semlohai gila, meeeen! Baru sekali ini nih, aku punya baju yang harga awalnya sekitar tiga ratus ribu rupiah. Wow! Untung deh ada diskonan. Kalau enggak, wasalam, motivasisasi kalian pasti nggak bakal aku terima, galz. :D
   
 yang mana batikku? aku ada di antara mpok-mpok cantik berkerudung
(kepengin deh berkerudung seperti mereka *sudah ada keinginan, cuma belum terlaksana, hiks)


O ya, jadi ingat. Dulu waktu aku masih SMP, aku pernah ikut ekstrakurikuler mbatik lho. Tapi, dulu kan aku masih unyu(k)-unyu(k), jadi tahunya ya cuma bikin gambar di selembar kain putih gitu, terus ditebelin deh pake cairan malam. Yang aku tahu pasti nih ya, salah satu alat buat mbatik itu namanya canting. Kayak gini nih bentuknya:
Nah, dari ekstrakurikuler itu, aku berhasil membuat selembar kain taplak mini warna ijo, yang alhasil malah bisa buat tutup VCD player di rumah. Lumayanlah. Hehe.
(lupa naruh taplak mininya, jadi nggak ada gambarnya ya) ^^v
Oke baiklah, sampai di sini dulu ya soal batik-membatik. Next time ketemu lagi dengan tema lain yang pastinya @penamerah banget. Sik yaaa!

3 komentar:

  1. kau selalu ada di hati kami bruw :')

    BalasHapus
  2. Apa-apaan inih? Kenapa ada nama guweh di situ? Royalti!!

    Tapiii... karena kau sudah menyebutku sebagai salah satu "mpok cantik", ya udah deh dimaafkeun. Bwahahaha =))))

    BalasHapus