Skripsi. Hemm, kata ini merupakan salah satu ujian terhebat dalam sejarah perkuliahan. Bagaimana tidak? Hampir semua mahasiswa dan mahasiswi pasti mengalami kesulitan saat mengerjakannya. Bahkan ada yang menyebut kata skripsi sebagai skrips(h)i(t), hehe.
Ya, mungkin masa-masa mengerjakan skripsi adalah masa-masa yang melelahkan dan menjengkelkan. Tapi, coba saja kalau sudah selesai, pasti banyak yang mengangeninya. Termasuk aku. Ya, aku rindu saat dulu harus bolak-balik bimbingan. Aku rindu perpustakaan. Aku rindu saat mengadakan seminar. Aku pun merindukan saat harus berjalan ke sana kemari, bolak-balik dari fakultas ke gedung pusat yang jaraknya aduhai semlohai. Dan, yang paling aku rindukan adalah saat aku diuji oleh tiga dosen kerenku. Wow! Dan akhirnya mereka meluluskanku. Trims Allah. Trims Bapak-Bapak Dosen. :')
Ya, di tanggal itulah, 14 September 2009, aku berhasil lulus, berhasil menggenapkan kewajibanku sebagai mahasiswi. Empat tahun lebih dua minggu aku menjadi mahasiswi di Sastra Indonesia UGM. Aku bangga. Bukan karena aku jebolan UGM, tapi aku bangga karena berhasil lulus dari ujian kala itu.
Maka, 3 jilid skripsi pun kukumpulkan. Dan aku baru ingat, ketiga jilid itu tak satu pun yang menginap di kamarku. Dua di antaranya wajib diserahkan pada pihak jurusan, sedang yang satu masih dibawa temanku. "Aku pinjem ya, Nik," ucapnya empat tahun lalu, dan hingga kini belum dikembalikannya. :(
------
minitulisan ini ditulis untuk menggenapi tugas dari @penamerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar