"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Rabu, 09 Oktober 2013

Linkin Park


Kalau disuruh memilih lagu apa yang aku suka, itu susah. Yap, dari sono-nya sepertinya aku sudah diciptakan untuk menyukai semua jenis lagu. Mulai dari pop, punk, alternative, slowrock, rock, hampir semua aku punya koleksinya. Musik mellow, classic, keroncong, dangdut, jazz, bahkan gamelan pun aku suka.
Bagiku, semua jenis musik itu baik karena kata musik itu sendiri mempunyai arti sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (KBBI Daring, 2008). Dengan begitu, pastilah dalam musik itu ada irama yang tentu saja dibuat semenarik mungkin agar bisa “enak” didengar telinga.
Suatu bunyi apa pun jika tanpa irama atau nada pasti tidak menarik. Tapi, dalam musik rock sekalipun pasti ada irama tersendiri yang oke punya. Contohnya lagu-lagu dari Linkin Park, Megadeth, Avenged Sevenfold, dan lain-lain. Jika dicermati dan didengarkan baik-baik, musik yang mereka ciptakan enak kok buat telinga. Tapi, tetap banyak juga sih yang bilang kalau lagu-lagu mereka sangat memekakkan telinga. Hehe, coba pasang volume kecil saja, pasti nggak akan bikin telinga pekak. ^^v
Yap, aku suka lagu-lagu mereka, terutama Linkin Park. Band ini terbentuk sejak 1996, berasal dari LA. Memang aku menjadikannya band favorit dari dunia Barat karena musiknya sangat pas buatku. Menurutku, band ini nggak cuma bisa menciptakan lagu-lagu rock, lagu slow pun mereka punya, antara lain My December, Valentine Day, dan The Little Things Give You Away. Tak salahlah kalau banyak production house sekelas DreamWorks Pictures dan Paramount Pictures yang memercayakan soundtrack filmnya pada band ini. :3
Nah, yang makin membuatku suka nih, band ini semakin berkibar dengan membawakan lagu-lagu humanis. Lagu-lagu yang berisi tentang kepedulian terhadap korban perang. Juga berisi tentang pengorbanan para tentara pejuang. Coba dengar Shadow of the Day, Castle of Glass, atau yang terbaru, A Light That Never Comes. Dikemas dengan aransemen campuran antara pop, rock, dan techno, membuat musik-musik dari LP sedikit berbeda.
Dan kini, Linkin Park semakin menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan mengikuti program “Music for Relief”. Salut! :)

3 komentar:

  1. "musik itu sendiri mempunyai arti sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan" <~ Wow! Ilmiah sekali. :D

    BalasHapus
  2. hehe, jadi inget karya ilmiahku yang sama sekali belum menginap di rumah. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. He? Lha kok belum menginap di rumah ngopo Mpok? :O

      Hapus