Kalau disuruh memilih lagu apa yang aku suka, itu susah.
Yap, dari sono-nya sepertinya aku sudah diciptakan untuk menyukai semua jenis
lagu. Mulai dari pop, punk, alternative,
slowrock, rock, hampir semua aku punya koleksinya. Musik mellow, classic, keroncong, dangdut, jazz, bahkan gamelan pun aku suka.
Bagiku, semua jenis musik itu baik karena kata musik itu sendiri
mempunyai arti sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan,
kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang
mempunyai kesatuan dan kesinambungan (KBBI Daring, 2008). Dengan begitu, pastilah dalam musik itu ada
irama yang tentu saja dibuat semenarik mungkin agar bisa “enak” didengar telinga.
Suatu bunyi apa pun jika tanpa irama atau nada pasti tidak
menarik. Tapi,
dalam musik rock sekalipun pasti ada irama
tersendiri yang oke punya. Contohnya lagu-lagu dari Linkin Park, Megadeth,
Avenged Sevenfold, dan lain-lain. Jika dicermati dan didengarkan baik-baik,
musik yang mereka ciptakan enak kok buat telinga. Tapi, tetap banyak juga sih
yang bilang kalau lagu-lagu mereka sangat memekakkan telinga. Hehe, coba pasang
volume kecil saja, pasti nggak akan bikin telinga pekak. ^^v
Yap, aku suka lagu-lagu mereka, terutama Linkin Park. Band ini terbentuk sejak 1996,
berasal dari LA. Memang aku menjadikannya band favorit dari dunia Barat karena musiknya sangat
pas buatku. Menurutku, band ini nggak cuma bisa menciptakan lagu-lagu rock, lagu slow pun mereka punya, antara
lain My December, Valentine Day, dan The Little Things Give You
Away. Tak salahlah kalau banyak production house sekelas DreamWorks Pictures dan Paramount Pictures
yang memercayakan soundtrack filmnya
pada band ini. :3
Nah,
yang makin membuatku suka nih, band ini semakin berkibar dengan membawakan
lagu-lagu humanis. Lagu-lagu yang berisi tentang kepedulian terhadap korban perang. Juga
berisi tentang pengorbanan para tentara pejuang. Coba dengar Shadow of the Day,
Castle of Glass, atau yang terbaru, A
Light That Never Comes. Dikemas dengan aransemen campuran antara pop, rock, dan techno, membuat musik-musik dari LP
sedikit berbeda.
Dan kini, Linkin Park semakin menunjukkan kepeduliannya
terhadap sesama dengan mengikuti program “Music
for Relief”. Salut! :)
"musik itu sendiri mempunyai arti sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan" <~ Wow! Ilmiah sekali. :D
BalasHapushehe, jadi inget karya ilmiahku yang sama sekali belum menginap di rumah. :(
BalasHapusHe? Lha kok belum menginap di rumah ngopo Mpok? :O
Hapus