Pertemuanku
kembali dengan Bi telah membuatku lebih percaya pada satu keindahan tersendiri
soal ruang dan waktu. Ya, setelah dua tahun berlalu, kami dipertemukan kembali
di sini, di garden cafe ini. Kami
juga masih menyukai satu cerita yang sama tentang mawar. Bagiku, mempunyai
sekuntum mawar adalah hal yang menyenangkan. Menghirup wanginya, merasakan
kesegarannya. Dan kini, bersama Bi, aku merasakan keindahan tak hanya pada sekuntum
mawar saja. Kami sepakat—bahkan semua orang mengakuinya—bahwa sekumpulan mawar
yang dirangkai menjadi satu akan lebih indah, lebih wangi, dan lebih segar.
Seperti saat ini, saat di mana aku menemukan Bi sebagai pelengkap
kebahagiaanku.
Bi adalah sosok
terindah bagiku. Saat dekat dengannya, saat itulah aku menemukan hal terindah
dalam hidupku. Ya, ia telah mengalahkan sejuta keindahan bunga mawar yang dulu
kuyakini tiada tandingannya. Namun kini, keyakinanku itu berubah total, hingga
setangkai atau berapa pun mawar yang ada, takkan mampu menggantikan Bi.
”Akan kuhadiahkan
berapa pun mawar untukmu, Bi. Akan kulukiskan mawar-mawar itu di setiap
ruangmu. Aku berjanji akan selalu ada untukmu, menemanimu setiap waktu. Karena
kaulah sosok terindah dalam hidupku.”
Sampai saat ini rasaku bertahan di sini
Rasa yang tak akan hilang oleh waktu
*
Kau tidak di sini, aku pun tiada di hatimu
Jiwaku ikut menghilang bersamamu
*
Tak terkira di sampingmu
Adalah hal terindah yang pernah kuinginkan
Tak terkira di pelukmu
Adalah hal terindah yang pernah kurasakan
*
Melukiskan segenap keindahan dirimu
Hanya kau yang aku mau, kamu... kamu
*
Tak terkira milikimu
Adalah hal terindah yang pernah kudambakan
Tak terkira dekapanmu
Adalah hal terindah yang pernah kudapatkan
Takkan rela melepasmu
Walau di hadapanmu ku kan terus menangis bahagia
Hal Terindah by Seventeen
***
”Mawarmu, Sayang.”
Kuucapkan kalimat itu setelah kukecup keningnya. Entah sudah berapa tangkai
mawar yang kuberikan padanya.
Bi tersenyum,
lantas berucap, ”Ini sekuntum mawar yang keseratus tujuh belas, Cinta. Terima
kasih.” Bi memelukku. Aku tak akan
melepasmu, Bi. Sampai kapan pun.
-------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar