Kali ini aku akan
mencoba me-review
sebuah novel yang berjudul To Kill a Mocking
Bird karya Harper Lee. Hemm, apa yang bisa kukatakan selain kata bagus untuk novel ini? Novel ini bercerita tentang kehidupan
Atticus Finch dan kedua anaknya, Jem Finch (11 tahun) dan Scout Finch (7
tahun). Atticus adalah seorang pengacara di daerah tempat tinggalnya di
Maycomb, Alabama, AS bagian selatan. Dia juga seorang single parent bagi kedua anaknya. Dia baik. Seorang pengacara yang
membela kaum yang terpinggirkan. Seorang ayah yang membesarkan dua anak,
berusaha menjadi teladan bagi mereka. Dia sangat perhatian kepada kedua
anaknya. Dia mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu berbuat baik kepada
siapa pun. Dia ingin kedua anaknya menjadi orang yang berani membela kebenaran,
apa pun risiko yang harus dihadapi. Sikap Atticus sangat bijak. Dia sangat
sabar menghadapi sikap anak-anaknya yang kritis.
Novel ini diambil dari
sudut pandang si kecil Scout. Bercerita tentang bagaimana Atticus harus
menghadapi Scout yang punya sifat gampang emosi, bagaimana Atticus mendidik si
abang Jem yang banyak rasa ingin tahunya, dan bagaimana dia menyelesaikan
kasus-kasusnya dengan baik.
Inti cerita novel ini
adalah ketika Atticus menjadi pembela Tom, seorang kulit hitam yang difitnah
memperkosa seorang gadis kulit putih. Apa yang dikatakan Atticus di pengadilan,
dan juga yang dikatakannya kepada Scout, memperlihatkan novel ini banyak
mengungkap makna kesamaan derajat, bahwa semua manusia diciptakan dengan
derajat yang sama, baik kulit putih maupun kulit hitam. Tak heran kalau novel
ini mendapat penghargaan Pulitzer Award.
Tidak hanya untuk dibaca
masyarakat umum, novel ini juga cocok digunakan sebagai bahan bacaan untuk mengajarkan
toleransi. Apalagi di zaman sekarang ini masih ditemukan diskriminasi di
berbagai bidang.
Oh ya, kenapa berjudul
To Kill a Mocking Bird? Aku rasa setelah membaca novel ini,
kita semua akan sepakat kalau membunuh mocking
bird itu sama saja membunuh makhluk yang tidak berdosa. Seperti yang
diucapkan oleh Atticus kepada Scout berikut ini:
“Mocking bird adalah sejenis murai bersuara merdu. Mocking bird adalah burung penyanyi. Mereka
tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung. Mereka
tidak melakukan apa pun, kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena
itulah, membunuh mocking bird itu
dosa.”


Ya pantesan lebih susah, reviewmu bagus banget sih nik.
BalasHapusitu novel udh lama ak baca mbak. klo gak mbukak2 ulang kok susah beut :(
BalasHapus