"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Kamis, 21 November 2013

To Kill a Mocking Bird



Kali ini aku akan mencoba me-review sebuah novel yang berjudul To Kill a Mocking Bird karya Harper Lee. Hemm, apa yang bisa kukatakan selain kata bagus untuk novel ini? Novel ini bercerita tentang kehidupan Atticus Finch dan kedua anaknya, Jem Finch (11 tahun) dan Scout Finch (7 tahun). Atticus adalah seorang pengacara di daerah tempat tinggalnya di Maycomb, Alabama, AS bagian selatan. Dia juga seorang single parent bagi kedua anaknya. Dia baik. Seorang pengacara yang membela kaum yang terpinggirkan. Seorang ayah yang membesarkan dua anak, berusaha menjadi teladan bagi mereka. Dia sangat perhatian kepada kedua anaknya. Dia mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun. Dia ingin kedua anaknya menjadi orang yang berani membela kebenaran, apa pun risiko yang harus dihadapi. Sikap Atticus sangat bijak. Dia sangat sabar menghadapi sikap anak-anaknya yang kritis.
Novel ini diambil dari sudut pandang si kecil Scout. Bercerita tentang bagaimana Atticus harus menghadapi Scout yang punya sifat gampang emosi, bagaimana Atticus mendidik si abang Jem yang banyak rasa ingin tahunya, dan bagaimana dia menyelesaikan kasus-kasusnya dengan baik.
Inti cerita novel ini adalah ketika Atticus menjadi pembela Tom, seorang kulit hitam yang difitnah memperkosa seorang gadis kulit putih. Apa yang dikatakan Atticus di pengadilan, dan juga yang dikatakannya kepada Scout, memperlihatkan novel ini banyak mengungkap makna kesamaan derajat, bahwa semua manusia diciptakan dengan derajat yang sama, baik kulit putih maupun kulit hitam. Tak heran kalau novel ini mendapat penghargaan Pulitzer Award.
Tidak hanya untuk dibaca masyarakat umum, novel ini juga cocok digunakan sebagai bahan bacaan untuk mengajarkan toleransi. Apalagi di zaman sekarang ini masih ditemukan diskriminasi di berbagai bidang.
Oh ya, kenapa berjudul To Kill a Mocking Bird? Aku rasa setelah membaca novel ini, kita semua akan sepakat kalau membunuh mocking bird itu sama saja membunuh makhluk yang tidak berdosa. Seperti yang diucapkan oleh Atticus kepada Scout berikut ini:
Mocking bird adalah sejenis murai bersuara merdu. Mocking bird adalah burung penyanyi. Mereka tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung. Mereka tidak melakukan apa pun, kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena itulah, membunuh mocking bird itu dosa.”

2 komentar:

  1. Ya pantesan lebih susah, reviewmu bagus banget sih nik.

    BalasHapus
  2. itu novel udh lama ak baca mbak. klo gak mbukak2 ulang kok susah beut :(

    BalasHapus