Ya,
aku ingin sedikit bercerita soal keponakan (adik sepupu)-ku ini. Banyak kejadian
yang sudah kulewati dengannya. Dan, pasti selalu unik. Salah satunya, dulu
waktu dia masih umur 3 tahun, aku pernah mengajaknya ke kandang sapi, dan dia
terlihat senang. Tapi..., sepertinya si sapi pandai memanfaatkan situasi,
sehingga waktu Keisha menoleh ke arahku, si sapi menjilat pipi tembemnya. Alhasil,
karena kaget, Keisha langsung histeris, menangis tak kunjung henti. Dan, mulai saat
itulah dia sudah menetapkan tak akan bersahabat lagi dengan sapi (ketakutan
maksudnya, sampai sekarang, hehe).
Banyak kisah unik lainnya yang dia ciptakan, sebagian
sudah kutulis di blog ini. Dan mungkin
sekarang saatnya kutulis kejadian mengharukan yang menyebabkan aku merasa
bersalah padanya.
Kejadian ini belum lama kualami. Saat itu, rencananya kami
(aku, Mama Keisha, Keisha, dan Daffa) akan pergi ke Amplaz. Tapi, karena
mendung, akhirnya kami memutuskan tidak jadi pergi. Waktu itu, aku asyik
menemani Daffa di ruang tamu yang tak jauh dari warungnya Mama Keisha. Hingga kudengar suatu perbincangan yang membuatku... sangat merasa
bersalah. Ini dia:
“Besok aja ya ke malnya. Kan mau hujan ini. Sekarang Mbak
Nanik suruh ke sini aja nemenin Keisha,” ucap Mama Keisha mencoba menghibur Keisha.
“Gak mau. Mbak Nanik tuh sayangnya sama Dek Daffa.” Nah,
kalimat dari bibir mungil Keisha inilah yang membuatku jleb banget. Aku langsung menghampiri Keisha, dan berucap:
“Kenapa Mbak Keisha? Sini main sini. Dek Daffa kan masih
kecil, jadi kan ditemeni.” Cuma itu yang bisa kuucapkan, dan hati ini teriris *pedih*.
Coba bayangkan. Keisha bukan anakku. Dia hanya saudara
sepupuku. Tapi, kenapa dia bisa bilang kalau aku lebih sayang sama adiknya? Dan,
wajahnya... wajah cemburu. Ahh. Apa karena aku sering bertanya tentang Daffa
kepadanya?
Dan, saat itu juga aku sadar kenapa selama ini Keisha
kalau memintaku menemaninya selalu dengan embel-embel, “Ada Dek Daffa loh Mbak.”
Itu kejadian pertama. Berikut ada satu kejadian lagi yang
membuatku sangat terharu. Kejadian ini sekitar dua hari lalu. Waktu itu pukul
05.30, dan aku masih malas beranjak dari tempat tidur. Tiba-tiba ada SMS masuk,
dari Mama Keisha. Ah, paling nitip lotion
Larissa lagi, batinku berucap. Tapi, pas kubuka, SMS itu tidak seperti
biasanya. Tak ada spasi sama sekali dalam kalimatnya. Dan kalimat itu berisi:
“MgmbakbangnsubahpagiayObantuinbubemaukejaengakterlabatkerjaengakmbak.!?”
Dan, setelah kutanya mamanya, SMS itu Keisha yang
mengirim, yang intinya membangunkanku agar tidak terlambat berangkat kerja. Betapa terharunya aku. Huhuhuhu.
Yah, mengingat banyak kejadian—sangat banyak—yang kulalui
bersama Keisha, aku sadar, dia ternyata perhatian padaku. Keterlaluan kalau aku sampai bersikap tak adil padanya.
So touching. Nice story, Mpok. :'(
BalasHapus