Sutradara: Alfonso Cuaron
Produser: David Heyman, Alfonso
Cuaron, Geyer Kosinski
Penulis Naskah: Alfonso Cuaron,
Jonas Cuaron, Rodrigo Garcia
Pemain: Sandra Bullock, George Clooney, Basher Savage, Eric Michels
Genre: Sci-Fi, Thriller
Durasi: 90 min.
Studio: Warner Bros. Pictures
Tanggal Rilis Perdana: 04 Oktober 2013 (AS)
“Gravity” berkisah tentang beberapa astronot dari NASA
yang ditugaskan untuk memperbaiki Hubble
Telescope yang rusak di stasiun ruang angkasa. Salah satu dari beberapa astronot
itu adalah Dr. Ryan Stone (Sandra Bullock) yang baru pertama kali menjalankan
misi tersebut. Di saat ia sedang memperbaiki bagian luar satelit, tiba-tiba pesawat
ulang alik yang mereka kendarai terhantam oleh serpihan-serpihan dari satelit negara
lain yang hancur akibat hantaman benda ruang angkasa. Akhirnya mereka terjebak,
dan malangnya yang selamat hanyalah Dr. Stone dan Matt Kowalsky (George Clooney). Keduanya harus bertahan
di ruang hampa udara tanpa koneksi ke Bumi dan cadangan oksigen yang semakin
menipis di
baju astronot mereka.
Dalam keadaan seperti
itu, Dr. Ryan yang baru pertama kali bertugas langsung panik. Beruntungnya,
Matt berhasil menenangkannya dengan mengatakan bahwa mereka akan berhasil,
bahkan akan mengalahkan rekor Anatoly. Lalu, mereka berusaha kembali ke ruang airlock pesawat ulang alik mereka, siapa
tahu masih berfungsi. Tapi, nasib baik belum berpihak pada mereka. Hantaman dari
serpihan-serpihan tadi masih menyerang, hingga menyebabkan keduanya terpisah
lagi, dan Matt Kowalsky semakin menjauh tak terlihat—dan sepertinya dia meninggal karena
kehabisan oksigen. Maka, tinggallah Dr. Stone seorang diri.
Berada pada suhu yang
tidak stabil antara 120 derajat Celsius bahkan minus 100 derajat Celsius serta
melayang-layang seorang diri lebih dari 500 kilometer di atas bumi dengan
persediaan oksigen yang menipis, membuat Dr. Stone sangat ketakutan. Bahkan dia
sempat berkata, ”Aku belum siap mati.” Dia berusaha keras mencari stasiun lain
untuk mendapatkan sinyal. Tapi, masih saja dia belum beruntung, dan akhirnya putus
asa.
Dalam keadaan seperti
itu, tiba-tiba saja bayangan Matt Kowalsky hadir, yang memberi semangat pada Dr. Ryan untuk terus
melanjutkan perjalanannya. Matt berkata, ”Ya, di sini sepi, asing, gelap, dan
kurasa ini tidak membuat siapa pun nyaman.” Setelah berkata seperti itu,
bayangan Matt menghilang.
Dr. Stone sadar, ingin
segera pulang ke Bumi, sampai-sampai dia bilang, ”I hate the space!” Mati-matian dia mencari dan mencari, hingga
menemukan stasiun ruang angkasa milik Cina yang sepertinya akan jatuh ke Bumi. Dia
segera masuk ke ruang airlock, dan...
tentu saja dia kesulitan memahami tulisan Cina. Seiring dengan itu, ternyata
serpihan-serpihan yang mencelakai teman-temannya tadi masih terus bermunculan,
ditambah dengan panasnya pesawat itu karena sudah mendekati atmosfer Bumi. Dengan
nekat dan satu kepercayaan bahwa semua orang pasti akan mati, entah kapan dan dengan cara seperti apa, dia segera melajukan
pesawat yang ia temukan hingga menembus atmosfer Bumi. Hanya dua kemungkinan
baginya: akan tetap hidup entah bagaimana kondisinya nanti, atau akan mati dan hangus
terbakar. Ternyata, yang selanjutnya terjadi adalah kemungkinan pertama, bahwa dia selamat, tapi
entah terjatuh di daerah mana. *
-----
* sinopsis ditulis dengan sedikit
cuplikan dari:
http://filmdanmovie.blogspot.com/2013/09/sinopsis-film-gravity-2013.html,
dan
http://balibackpacker.blogspot.com/2013/09/sinopsis-film-gravity-2013-terbaru.html
Oke. Recommended
movie! Menurutku
film ini keren banget, apalagi sang sutradara berani mengangkat seorang wanita
sebagai tokoh utama. Padahal, di film-film Barat dengan tema luar angkasa, wanita
tidak pernah menjadi tokoh utama. Dan, uniknya lagi, biasanya dalam suatu film
seperti ini, tokoh yang selamat tak hanya satu. Tapi, ini beda. Bayangkan. Seorang
diri di suatu tempat yang masih asing, sepi, dan luas. WOW! Sepi kalau tak ada
bahaya sih tidak jadi masalah. Tapi, sudah sepi, luas, eh banyak ancaman yang
mengintai. Seperti sedang tersesat di hutan rimba yang penuh dengan ancaman
binatang buas. Eh, itu masih mending. Kalau di luar angkasa? Makanan tidak ada,
oksigen sangat terbatas (bisa saja malah nol oksigen)... ya sudah, pilihan yang bisa diambil adalah seperti yang
dilakukan Mbak Sandra itu.
Pengambilan gambar di
film ini juga keren, bikin merinding karena terlihat seperti benar-benar ada di
luar angkasa. Planet Bumi terlihat besar dan cantik. Semua yang ada di luar
angkasa mengapung, lalu berjalan perlahan entah menuju ke mana. Tapi, ada juga saat
benda-benda itu harus melesat dengan cepat, menakutkan. Yang bikin merinding
lagi adalah saat melihat Dr. Stone nekat menembus atmosfer demi kembali ke Bumi.
Dia harus menahan panas yang sangat, bahkan pesawat yang dia tumpangi sudah
mulai terbakar.
Kok bisa ya? Nah, itulah yang
membuatku heran. Bukankah benda apa saja, sekuat apa pun—kecuali superhero :D—kalau
melewati atmosfer Bumi pasti akan terbakar? Bukankah panasnya luar biasa? Apalagi pesawat
Dr. Stone itu juga terbakar. Ah, mungkin aku saja yang tidak paham soal ilmu
tata surya, jadi ya heran gini. Hehe.
Secara keseluruhan, film
ini bagus kok. Bisa menambah ilmu pengetahuan tentang luar angkasa. Tapi, kok
sepertinya ending-nya gampang
ditebak. Pas aku menebak kalau pesawat Dr. Stone bakal jatuh ke air, eh
ternyata benar. Yah, mungkin untuk meredam panas di tubuh Dr. Stone setelah
seharian (?) berkutat dengan panas, jadi akhirnya dia diceburkan ke air
*bercanda lho. :p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar