"Yakinlah bahwa sesuatu yang baik itu bisa datang dari pengalaman yang tidak baik, tapi apabila kamu dapat mengambil pelajaran darinya."

-- Ann Landers--

Kamis, 19 Desember 2013

Gravity


Sutradara: Alfonso Cuaron
Produser: David Heyman, Alfonso Cuaron, Geyer Kosinski
Penulis Naskah: Alfonso Cuaron, Jonas Cuaron, Rodrigo Garcia
Pemain: Sandra Bullock, George Clooney, Basher Savage, Eric Michels
Genre: Sci-Fi, Thriller
Durasi: 90 min.
Studio: Warner Bros. Pictures
Tanggal Rilis Perdana: 04 Oktober 2013 (AS)

“Gravity” berkisah tentang beberapa astronot dari NASA yang ditugaskan untuk memperbaiki Hubble Telescope yang rusak di stasiun ruang angkasa. Salah satu dari beberapa astronot itu adalah Dr. Ryan Stone (Sandra Bullock) yang baru pertama kali menjalankan misi tersebut. Di saat ia sedang memperbaiki bagian luar satelit, tiba-tiba pesawat ulang alik yang mereka kendarai terhantam oleh serpihan-serpihan dari satelit negara lain yang hancur akibat hantaman benda ruang angkasa. Akhirnya mereka terjebak, dan malangnya yang selamat hanyalah Dr. Stone dan Matt Kowalsky (George Clooney). Keduanya harus bertahan di ruang hampa udara tanpa koneksi ke Bumi dan cadangan oksigen yang semakin menipis di baju astronot mereka.
Dalam keadaan seperti itu, Dr. Ryan yang baru pertama kali bertugas langsung panik. Beruntungnya, Matt berhasil menenangkannya dengan mengatakan bahwa mereka akan berhasil, bahkan akan mengalahkan rekor Anatoly. Lalu, mereka berusaha kembali ke ruang airlock pesawat ulang alik mereka, siapa tahu masih berfungsi. Tapi, nasib baik belum berpihak pada mereka. Hantaman dari serpihan-serpihan tadi masih menyerang, hingga menyebabkan keduanya terpisah lagi, dan Matt Kowalsky semakin menjauh tak terlihat—dan sepertinya dia meninggal karena kehabisan oksigen. Maka, tinggallah Dr. Stone seorang diri.
Berada pada suhu yang tidak stabil antara 120 derajat Celsius bahkan minus 100 derajat Celsius serta melayang-layang seorang diri lebih dari 500 kilometer di atas bumi dengan persediaan oksigen yang menipis, membuat Dr. Stone sangat ketakutan. Bahkan dia sempat berkata, ”Aku belum siap mati.” Dia berusaha keras mencari stasiun lain untuk mendapatkan sinyal. Tapi, masih saja dia belum beruntung, dan akhirnya putus asa.
Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba saja bayangan Matt Kowalsky hadir, yang memberi semangat pada Dr. Ryan untuk terus melanjutkan perjalanannya. Matt berkata, ”Ya, di sini sepi, asing, gelap, dan kurasa ini tidak membuat siapa pun nyaman.” Setelah berkata seperti itu, bayangan Matt menghilang.
Dr. Stone sadar, ingin segera pulang ke Bumi, sampai-sampai dia bilang, ”I hate the space!” Mati-matian dia mencari dan mencari, hingga menemukan stasiun ruang angkasa milik Cina yang sepertinya akan jatuh ke Bumi. Dia segera masuk ke ruang airlock, dan... tentu saja dia kesulitan memahami tulisan Cina. Seiring dengan itu, ternyata serpihan-serpihan yang mencelakai teman-temannya tadi masih terus bermunculan, ditambah dengan panasnya pesawat itu karena sudah mendekati atmosfer Bumi. Dengan nekat dan satu kepercayaan bahwa semua orang pasti akan mati, entah kapan dan dengan cara seperti apa, dia segera melajukan pesawat yang ia temukan hingga menembus atmosfer Bumi. Hanya dua kemungkinan baginya: akan tetap hidup entah bagaimana kondisinya nanti, atau akan mati dan hangus terbakar. Ternyata, yang selanjutnya terjadi adalah kemungkinan pertama, bahwa dia selamat, tapi entah terjatuh di daerah mana. *
-----
* sinopsis ditulis dengan sedikit cuplikan dari:
http://filmdanmovie.blogspot.com/2013/09/sinopsis-film-gravity-2013.html, dan
http://balibackpacker.blogspot.com/2013/09/sinopsis-film-gravity-2013-terbaru.html

Oke. Recommended movie! Menurutku film ini keren banget, apalagi sang sutradara berani mengangkat seorang wanita sebagai tokoh utama. Padahal, di film-film Barat dengan tema luar angkasa, wanita tidak pernah menjadi tokoh utama. Dan, uniknya lagi, biasanya dalam suatu film seperti ini, tokoh yang selamat tak hanya satu. Tapi, ini beda. Bayangkan. Seorang diri di suatu tempat yang masih asing, sepi, dan luas. WOW! Sepi kalau tak ada bahaya sih tidak jadi masalah. Tapi, sudah sepi, luas, eh banyak ancaman yang mengintai. Seperti sedang tersesat di hutan rimba yang penuh dengan ancaman binatang buas. Eh, itu masih mending. Kalau di luar angkasa? Makanan tidak ada, oksigen sangat terbatas (bisa saja malah nol oksigen)... ya sudah, pilihan yang bisa diambil adalah seperti yang dilakukan Mbak Sandra itu.
Pengambilan gambar di film ini juga keren, bikin merinding karena terlihat seperti benar-benar ada di luar angkasa. Planet Bumi terlihat besar dan cantik. Semua yang ada di luar angkasa mengapung, lalu berjalan perlahan entah menuju ke mana. Tapi, ada juga saat benda-benda itu harus melesat dengan cepat, menakutkan. Yang bikin merinding lagi adalah saat melihat Dr. Stone nekat menembus atmosfer demi kembali ke Bumi. Dia harus menahan panas yang sangat, bahkan pesawat yang dia tumpangi sudah mulai terbakar.
Kok bisa ya? Nah, itulah yang membuatku heran. Bukankah benda apa saja, sekuat apa pun—kecuali superhero :D—kalau melewati atmosfer Bumi pasti akan terbakar? Bukankah panasnya luar biasa? Apalagi pesawat Dr. Stone itu juga terbakar. Ah, mungkin aku saja yang tidak paham soal ilmu tata surya, jadi ya heran gini. Hehe.
Secara keseluruhan, film ini bagus kok. Bisa menambah ilmu pengetahuan tentang luar angkasa. Tapi, kok sepertinya ending-nya gampang ditebak. Pas aku menebak kalau pesawat Dr. Stone bakal jatuh ke air, eh ternyata benar. Yah, mungkin untuk meredam panas di tubuh Dr. Stone setelah seharian (?) berkutat dengan panas, jadi akhirnya dia diceburkan ke air *bercanda lho. :p


Tidak ada komentar:

Posting Komentar